Cara Menyembuhkan Servisitis dan Tingkat Keparahannya

By | October 1, 2018

Servisitis adalah inflamasi (peradangan) yang terjadi pada serviks atau leher rahim. serviks adalah bagian paling bawah rahim yang berhubungan langsung dengan Vagina. seperti jaringan tubuh lain serviks juga mengalami peradangan karena suatu alasan seperti infeksi , Peradangan ini dapat ditunjukkan dengan perdarahan dari vagina di luar masa menstruasi, atau nyeri saat berhubungan seksual, serta keluarnya cairan abnormal dari vagina. Peradangan ini biasa terjadi karena infeksi menular seksual atau bisa juga dari nonifeksi (itasi, alergi).

Servisitis ini dapat terjadi juga secara akut yang terjadi tiba-tiba dan parah, atau secara kronis yang berkembang dalam waktu lama. Jika kondisi ini tidak diobati, maka servisitis yang terjadi karena infeksi bisa saja menyebar hingga ke rongga perut, menimbulkan gangguan kesuburan, serta masalah pada janin bagi ibu yang sedang hamil.<>

Penyakit ini timbul  karena infeksi  dari virus menular seperti dari  berhubungan seksual. Ada juga penyebab servisitis dari noninfeksi atau kondisi yang dapat menyebabkan servisitis, yaitu :

  • Ketidak seimbangan hormon
  • Alergi
  • Iritasi saat pemakaian tampon
  • Efek samping dari pengobatan kanker
  • Mempunyai lebih dari satu pasangan seksual
  • Inisiasi aktivitas seksual
  • Aktif berhubungan saat masih muda
  • Melakukan hubungan seksual dengan berganti pasangan tanpa pengaman.

Sebagian besar orang yang menderita  penyakit ini biasanya tidak merasakan Gejala apapun , dan baru menyadari dari hasil pemeriksaan dokter. memang benar penyakit ini kadang tidak ada gejalanya, namun adapun orang yang merasakan gejala penyakit servisitis. Berikut gejala yang bisa saja di rasakan :

  • Mengalami Demam
  • Keluar cairan dari vagina yang tidak biasa dengan jumlah yang banyak. Cairan ini biasanya berwarna kuning pucat keabu-abuan yang disertai bau tidak sedap
  • Buang air kecil yang sering dan menyakitkan
  • Dispareunia (sakit pada vagina,klitoris)
  • Keluar darah dari vagina setelah berhubungan seksual
  • Panggul seperti tertekan
  • Sakit punggung
  • Rasa nyeri pada bagian panggul atau perut.

peradangan ini bisa saja menjadi parah  dan membesar. Yang terjadi selanjutnya yaitu membentuk  luka  terbuka dan mengeluarkan nanah dari vagina .

Pengobatan yang bisa di lakukan jika anda mengalami servisitis ada banyak . Namun pengobatan servisitis yang dilakukan harus sesuai keparahannya. Untuk mengetahui servisitis yang di alami sebaiknya tanyakan pada dokter yang berhubungan. Jika hanya servisitis ringan atau noninfeksi sebaiknya mulai berhenti mengkonsumsi  atau pemakaian obat, bahan, alat jika anda merasa memakainya.

Sedangkan untuk servisitis infeksi seabaiknya lakukan pengobatan atau konsultasi dengan dokter. Karena servisitis infeksi dari seksual di butuhkan pemberian obat untuk penderita penyakit maupun pasangannya, yang bertujuan untuk menghentikan atau menghilangkan penularan.

Obat-obat yang bisa diberikan kepada para penderita servisitis infeksi adalah :

  • Antibiotik
  • Antiviral
  • Antijamur

Namun jika obat-oabt di atas tidak dapat menyembuhkan atau menghilangkan servisitis maka kami sarankan untuk melakukan metode pengobatan, berikut metode pengobatan yang bisa di lakukan :

  • Cryosurgery. Dokteryang bersangkutan akan menggunakan media khusus yang dapat membekukan jaringan yang terkena servisitis. Setelah dibekukan dengan suhu yang  dingin , jaringan akan hancur dengan sendirinya.
  • Bedah listrik.Terdengar menyeramkan namun pengobatan Ini merupakan teknik bedah dengan menggunakan aliran listrik kecil, untuk membakar atau menghancurkan jaringan yang terkena servisitis.
  • Terapi laser. Dokter akan menggunakan sebuah alat khusus yang dapat mengeluarkan gelombang cahaya kuat (laser), untuk memotong, membakar, dan menghancurkan jaringan yang terkena servisitis.

Pasti anda pernah mendegar pepatah “mencegah lebih baik dari pada mengobati”. Nah kami beritahu cara-cara pencegahan yang bisa kita lakukan agar tidak terkena penyakit servisitis, yaitu :

  1. Mempraktikkan hubungan seksual yang aman, seperti tidak berganti pasangan atau menggunakan pengaman.
  2. Menghindari produk-produk kewanitaan yang di dalamnya mengandung parfum, karena bisa menyebabkan iritasi pada vagina maupun serviks.

Di atas adalah sedikit informasi mengenai penyakit servisitis, gejala, pengobatan, penyebab dan pencegahan yang bisa kami sampaikan ,terimas kasih .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.